Real Madrid CF

Ini Adalah Salah Satu Klub Sepakbola Terbaik saat Ini.Skuad dari Real Madrid Berisikan Bintang-bintang di Dunia.

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo adalah Salah Satu pemain Mega bintang yang dimiliki Real madrid saat ini

Penghargaan Pemain Terbaik Dunia

Ini dimana saat cristiano Ronaldo mraih penghargaan pemain terbaik Dunia(Ballon D'or).

Skuad Utama Real Madrid 2011

Ini adalah skuad inti real madrid di bawah asuhan jose Mourinho.

Tufik Hidayat Skill

Taufik Hidayat sendiri dijuluki MR.BACKHAND,backhand Smash menjadi pukulan mematikan bagi para lawannya.

Dark Blue Flaming

Bisnis Online

Lowongan Kerja, Internet di Indonesia, Jawa Timur, Sampang. Tanggal Agustus 12

Lowongan Kerja di Sampang

Senin, 30 Juli 2012

Ricardo Kaka

Kaká



Kaká
Informasi pribadi
Nama lengkap Ricardo Izecson dos Santos Leite
Tanggal lahir 22 April 1982 (umur 30)
Tempat lahir Brasília, Brasil
Tinggi 1.86 m (6 ft 1 in)
Posisi bermain Gelandang serang
Informasi klub
Klub saat ini Real Madrid
Nomor 8
Karier junior
1994–2000 São Paulo
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
2001–2003
2003–2009
2009–kini
São Paulo
Milan
Real Madrid
59 (23)
193 (70)
32 (10)

Tim nasional
2002–kini  Brasil 82 (27)
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik dan akurat per 6 Februari 2011.

‡ Penampilan dan gol di tim nasional
akurat per 2 Juli 2010
Ricardo Izecson dos Santos Leite (lahir di Brasília, 22 April 1982; umur 30 tahun), lebih dikenal dengan nama Kaká, adalah seorang pemain sepak bola asal Brasil yang kini membela klub Real Madrid (bergabung tahun 2009; sebelumnya pada 2003-2009 di A.C. Milan). Kaká umumnya bermain di posisi gelandang serang ataupun penyerang. Ia dikenal mempunyai dribble yang sangat baik serta umpan-umpan yang akurat. Tinggi badannya ialah 186 cm.
Kaká menikah dengan Caroline Celico pada 23 Desember 2005 di sebuah gereja di São Paulo, Brasil.

Daftar isi

Masa kecil

Kaká dilahirkan di Brasília, Brasil pada tanggal 22 April 1982, ia merupakan anak dari pasangan Simone Cristina dos Santos Leite dan Bosco Izecson Pereira Leite. Kaká mempunyai adik laki-laki, Rodrigo, yang dikenal sebagai Digão, yang mengikuti langkahnya bermain bola di Italia.
Nama panggilannya Kaká, diambil dari bahasa aslinya, Bahasa Portugis, yang diucapkan seperti ejaannya, dengan penekanan pada suku kata kedua yang ditandai dengan aksen. Itu biasa dipakai untuk menyingkat nama "Ricardo" di Brasil, bagaimanapun juga, Kaká mendapatkan nama panggilannya dari adiknya, Rodrigo, yang tidak bisa mengucapkan kata "Ricardo" ketika mereka masih kecil. Rodrigo memanggil kakaknya "Caca" yang kemudian berganti menjadi Kaká. Di Eropa ia dikenal dengan pamnggilan RickyKaka.
Pada bulan September 2000, di usia 18 tahun, Kaká mengalami ancaman pada kariernya dan kemungkinan patah tulang belakang yang menyebabkan lumpuh sebagai akibat dari sebuah kecelakaan kolam renang. Hal yang terburuk tidak terjadi dan Kaká pulih sepenuhnya dari insiden itu. Dia bersyukur kepada Tuhan atas kesembuhannya dan sejak saat itu ia menyumbangkan penghasilannya untuk Gerejanya. untuk itulah setiap kali ia mencetak gol tangannya selalu di arakan ke atas, bertanda rasa terimah kasih kepada Tuhan.Begitupun bajunya,di balik baju olahraganya ada baju dengan tulisan seperti I belong to Jesus dan sebagainya. Tulisan itu biasanya ditunjukkan sesudah mencetak gol atau saat akhir pertandingan di stadion.

Karier klub

Kaká dengan AC Milan
Kaká menandatangani kontrak dengan São Paulo pada usia 15 tahun dan memimpin tim juniornya pada kemenangan ‘Copa de Juvenil’. Ia memulai debutnya di São Paulo FC tahun 2001 ketika di berusia 18 tahun. Pada musim pertama, ia mengoleksi 12 gol dalam 27 pertandingan dan 10 gol dalam 22 pertandingan di musim berikut. Pada usia 17 tahun, ketika ia masih dalam tim junior, Sao Paulo berniat menjual Kaká ke tim dari Liga divisi 1 Turki, Gaziantepspor. Transaksi tidak terjadi, karena manajer Gaziantepspor, Nurullah Sağlam, dan dewan pengurus tim itu menolak untuk membayar $1.5m untuk pemuda 17 tahun itu. Setelah bergabung dengan tim senior São Paulo FC, penampilan Kaká menarik perhatian klub-klub Eropa.
Dia bergabung dengan AC Milan(Satu paket dengan adiknya,digao) dengan bayaran US $8.5 m, jumlah yang dianggap sedikit oleh pemilik klub Silvio Berlusconi. Dalam sebulan, ia telah masuk ke dalam tim utama dan sejak saat itu pula ia menjadi starter. Debutnya di Serie A adalah ketika Milan bertandang melawan A.C. Ancona, menang 2-0. Dia menghasilkan 10 gol dalam 30 pertandingan pada musim itu, memenangkan Serie A dan Piala Super Italia.
Kaká adalah bagian inti dari lima orang pemain tengah pada musim 2004-2005, biasa bermain dalam posisi penyerang bayangan di belakang striker Andriy Shevchenko. Dia mengoleksi 7 gol dalam 36 pertandingan liga dan juga memenangkan Piala Super Italia bersama dengan klubnya. Milan meraih posisi kedua setelah Juventus di Serie A dan dalam partai final dengan Liverpool pada adu penalti di Piala/Liga Champions.
Salah satu gol Kaká yang sangat menakjubkan adalah ketika melawan Fenerbahçe SK di pertandingan pertama AC Milan dalam Piala/Liga Champions 2005-06, Rossoneri menang 3-1. Gol itu membuatnya disamakan dengan Diego Maradona, karena Kaká memulai larinya dari tengah lapangan dan melewati tiga ganjalan sebelum memasuki daerah penalti dan menyelesaikannya dengan shot rendah di bawah kiper Fenerbahçe, Volkan Demirel.
Pada 9 April 2006, ia membuat tiga gol pertamanya dalam pertandingan melawan Chievo Verona. Ketiga golnya dihasilkan pada babak pertama. Pada 2006, Real Madrid menunjukkan ketertarikannya menggaet bintang 25 tahun ini, tetapi Milan dan Kaká menolak untuk menjual. Kaká telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan Milan hingga 2011.
Pada 1 November 2006, AC Milan lolos babak penyisihan Piala/Liga Champions setelah Kaká membuat tiga gol yang membantu timnya menang 4-1 melawan R.S.C. Anderlecht. Ini adalah tiga gol keduanya di Milan dan tiga gol pertamanya di kompetisi Eropa.
Kemudian pada tanggal 8 Juni 2009, Kaká bergabung dengan Real Madrid dengan kontrak 6 tahun, dengan nilai transfer yang diperkirakan sekitar 65 Juta Poundsterling.

Tim nasional

Kaká di timnas Brasil
Kaká melakukan debut internasionalnya pada bulan Januari 2002 dalam pertandingan melawan Bolivia. Dia adalah bagian dari tim nasional yang menang pada Piala Dunia 2002, tetapi aksinya tidak terlalu terlihat karena hanya bermain 19 menit di babak pertama pertandingan Kosta Rika. Pada tahun 2003, dia menjadi kapten tim dalam turnamen Piala Emas di Amerika Serikat dan Meksiko, memimpin Brasil ke posisi kedua dan membuat gol yang menentukan dalam pertandingan melawan Kolombia. Setelah itu, dia beraksi di Piala Konfederasi 2005, dengan Kaká menciptakan gol dan menang dalam pertandingan final melawan Argentina (dalam perayaan setelah pertandingan, dia dan rekan-rekan setimnya memakai T-shirt dengan tulisan "Jesus Loves You--Yesus mencintaimu" dalam berbagai bahasa.) Dia berhasil mendapat tempat ke-10 dalam voting penghargaan untuk FIFA World Player of the Year 2004. Pada kompetisi tahun 2005, ia naik dua peringkat lebih tinggi. Terakhir, ia membantu Brasil dalam masuk kualifikasi pada Piala Dunia 2006. Kaká semakin matang sebagai pemain dan dianggap sebagai salah satu pesepak bola terbaik dari Brasil. Dia mencatatkan gol pertama Brasil di Piala Dunia 2006 pada pertandingan melawan Kroasia tanggal 13 Juni 2006. Pada 3 September 2006 dia menyumbangkan salah satu gol briliannya untuk tim Brasil setelah melakukan umpan yang membuahkan gol kepada pemain yang baru masuk, Elano Blumer. Kaká mendapat bola dari pantulan sepak pojok Argentina, dan mengambil bola dari ¾ lapangan lalu mencetak gol. Pada 15 November 2006, Kaká dipilih sebagai kapten Brazil dalam pertandingan persahabatan melawan Swiss karena absennya kapten Brasil sebelumnya, Lucio yang disebabkan oleh cedera.

Piala Dunia 2006

Pada pertandingan pertama Brasil di grup F, Kaká mencetak gol di menit ke-99 saat melawan Kroasia. Tendangan kaki kiri dari jarak 25 meter membuat Brasil meraih kemenangan 1–0. Media menganggap Kaká sebagai satu-satunya anggota dari "magic quartet" – Adriano, Kaká, Ronaldo, Robinho and Ronaldinho yang dihasilkan dalam pertandingan itu. Dan juga ketika melawan Ghana dia mencatatkan dirinya dalam sejarah dengan mengumpan kepada Ronaldo, yang akhirnya menghasilkan gol, sehingga Ronaldo memecahkan rekor Gerd Müller, gol terbanyak di Piala Dunia. Kaká ternyata tidak dapat meneruskan kinerjanya ke pertandingan selanjutnya dan Brasil dikalahkan oleh Perancis di perempat final.

Piala Dunia Afrika Selatan 2010

Bermain untuk tim Brasil di grup G, pada pertandingan keduanya melawan Pantai Gading Kaka memberikan kontribusi untuk gol yang dicetak Luis Fabiano. Sayangnya Kaka terpancing emosi oleh permainan keras tim Pantai Gading yang menyebabkanya mendapat kartu merah. Jika tidak, ia berpeluang menjadi Man of The Match yang akhirnya disandang Luis Fabiano.

Kehidupan pribadi dan agama

Kaká dengan Caroline Celico
Kaká menikahi Caroline Celico di Gereja pada 23 Desember 2005, dua tahun setelah kepindahan Kaká dari Sao Paulo ke Milan. Caroline dilahirkan pada 26 Juli 1987, anak dari Rosangela Lyra, direktur Dior di Brasil dan Celso Celico, seorang pengusaha. Dia dan Kaká bertemu pada tahun 2001 ketika ia masih seorang menjadi seorang siswi dan Kaká masih bermain untuk São Paulo Football Club. Pernikahannya dihadiri 600 orang, termasuk rekan-rekan pesepak bola: Cafu, Ronaldo, Adriano, Dida, Júlio Baptista dan juga pelatih nasional Brasil, Carlos Alberto Parreira. Caroline berencana mendapatkan gelar sarjana bisnis dari universitas di Milan.
Kaká adalah seorang penganut Kristen yang taat. Dia dikenal suka memakai Christian gear dari dulu: dia pernah memakai T-shirt dengan tulisan I Belong to Jesus dalam beberapa pertandingan, seperti saat perayaan kemenangan Brasil di Piala Dunia 2002, dan perayaan Scudetto Milan pada Mei 2004. Dia menggunakan sepatu yang ditambah dengan tulisan pada lidah sepatunya. Tiap kali ia mencetak gol dia menunjuk dengan jari-jarinya ke langit sebagai tanda terim kasihnya kepada Tuhan dan mungkin ini yang pertama bagi seorang pesepak bola yang di levelnya: Dia bangga bahwa dia masih virgin ketika dia menikah.
Tidak seperti kebanyakan pemain bola lainnya, minuman yang disukai Kakà hanyalah air putih dimana kebanyakan pesepak bola lainnya lebih suka menenggak minuman-minuman keras sambil berpesta di bar. Walau sempat diremehkan rekan-rekannya, ia tetap konsisten pada pendiriannya sehingga akhirnya ia justru dihormati teman-temannya, kesukaanya mendengar musik gospel juga aneh di kalangan pemain yang lain ia sangat mengidolakan penyanyi gospel Brasil, Aline Baros. Kakà suka dengan kepribadiannya yang saleh. Semua rekan-rekannyanya sama sekali tidak mengetahui Aline Baros karena mereka mungkin lebih memilih musik bertipe rock, dan lain-lain. Hal ini pulalah yang dulu membuat hubungan Kakà dan Andriy Shevchenko sangat dekat, Shevchenko juga seorang pribadi religius sehingga Kakà merasa begitu dekat dengannya, namun hubungan itu harus terputus setelah Shevchenko pindah ke Chelsea musim 2006, tetapi Kakà kadang-kadang masih menyempatkan diri menghubungi Shevchenko. Kakà sangat menyukai warna putih yang melambangkan kesucian serta ketulusan. Kakà sangat suka berdoa, bahkan ia sering mengajak rekan-rekannya turut berdoa. Kakà termasuk seorang penggila mobil Ferrari, ia suka dengan modelnya yang sporty dan elegan. Kakà juga mengidolakan aktor Tom Hanks.

Serba-Serbi

  • Kaká adalah anggota organisasi "Athletes of Christ".
  • Dalam bahasa Italia, bahasa bekas klubnya (AC Milan), padanan kata fonetisnya tertulis sebagai Kakà. Bagaimanapun juga, nama yang tertulis di kaos pemain dieja KAKA'(dengan tanda petik satu, bukan A dengan aksen) baik di klubnya di Milan maupun di tim nasional Brasil dulu. Pada Piala Dunia 2006, bagian punggung kaosnya tertulis KAKÁ. Kaká juga diambil dari bahas Portugis.
  • Sejak November 2004, Kaká telah menjadi duta Against Hunger untuk Program World Food PBB. Dia adalah duta yang paling muda pada saat dia ditunjuk.
  • Musik favorit Kaká adalah musik gospel.
  • Moto hidup Kaká adalah "I belong to Jesus" dan "God is faithful", yang ia jahitkan pada lidah sepatu Adidas Predator Absolutenya.

Prestasi

Pemain terbaik dunia versi FIFA tahun 2006

Klub

Internasional

Prestasi individu

  • Bola de Ouro (Golden Ball; Pemain Terbaik Liga Brasil), 2002
  • UEFA Club Football Awards 2004-05, Pemain Tengah Terbaik
  • Pencetak gol terbanyak Liga Champions 2006-07 (10 gol)
  • Pemain Terbaik Dunia FIFA 2006-07
  • Ballon d'Or (2007)
  • Pemain terbaik pada Piala Konfederasi FIFA 2009

markis kido/Hendra Setiawan

Markis Kido/hendra Setiawan

Markis Kido
Markis Kido & Hendra Setiawan.jpg
Informasi pribadi
Tanggal lahir 11 Agustus 1984 (umur 27)
Tempat lahir Jakarta,Indonesia
Tinggi 1.65 m (5 ft 5 in)
Berat 62 kg (140 lb)
Asal negara  Indonesia
Rekor bertanding
Pegangan tangan Right

Ranking dunia tertinggi 1 Hendra Setiawan (27 September, 2007 [1])
Ranking dunia saat ini 5 Hendra Setiawan (19 April, 2011 [2])
Profil di PB - PBSI
Catatan medali
Mewakili  Indonesia
Bulu tangkis Pria
Emas Olimpiade Beijing 2008 Ganda Pria
Hendra Setiawan
Markis Kido & Hendra Setiawan.jpg
Markis Kido dan Hendra Setiawan
Informasi pribadi
Tanggal lahir 25 Agustus 1984 (umur 27)
Tempat lahir Pemalang
Tinggi 1.81 m (5 ft 11 in)
Berat 72 kg (160 lb)
Asal negara  Indonesia
Rekor bertanding
Pegangan tangan Kanan

Ranking dunia tertinggi 1 Markis Kido (27 September 2007 [1])
Ranking dunia saat ini 10 Markis Kido (19 April 2012 [2])
Profil di PB - PBSI
Catatan medali
Mewakili  Indonesia
Bulutangkis
Emas Olimpiade Beijing 2008 Ganda Putra
Nama Markis Kido/Hendra Setiawan kian melambung di dunia olahraga bulutangkis. Segudang prestasi berhasil mereka torehkan di lapangan. Gelar juara dunia telah diraih mereka di Kuala Lumpur, Malaysia 2007. Selain menjadi juara dunia, pasangan ganda putra peringkat satu dunia ini berhasil meneruskan tradisi emas bagi Indonesia di ajang Olimpiade Beijing 2008. Prestasi Kido/Hendra kian gemilang di tahun 2008 dengan menciptakan hattrick menjadi juara di tiga turnamen super series, yakni di China Terbuka Super Series, Denmark Terbuka Super Series, dan Perancis Terbuka Super Series.

Menjadi juara dunia dan bahkan meraih emas olimpiade bukanlah hal mudah yang didapat begitu saja. Dua gelar bergengsi ini bisa diraih oleh pasangan yang masing-masing berusia 24 tahun ini berkat perjuangan dan latihan keras yang dilakukan sejak kecil.

Untuk mengasah teknik bermain, Hendra harus menempuh jarak yang cukup jauh. Setiap hari ia dibonceng naik motor oleh ayahnya, Ferry Yoegianto menuju klub Sinar Mutiara Tegal. Kemudian pada tahun 1997, Hendra hijrah berlatih ke klub Jaya Raya, Jakarta. Di klub inilah Hendra bertemu dengan Kido dan mulai sering berpasangan dalam beberapa pertandingan tingkat taruna.

Pada tahun 2001, Kido yang merupakan pemain kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1984 terlebih dahulu bergabung dengan Pelatnas PBSI. Barulah satu tahun kemudian, Hendra yang bergabung di sana. Awalnya Kido sebagai pemain tunggal dan Hendra sempat berpasangan dengan Joko Riyadi. Barulah pada tahun 2003, Kido dan Hendra digabungkan untuk memperkuat ganda putra. Prestasi mereka mulai terlihat dengan menjadi juara Asia dan Indonesia Terbuka pada tahun 2005.  

Setelah menjadi juara dunia pada tahun 2007, kepercayaan diri mereka kian meningkat. Mereka pun ditergetkan untuk meneruskan tradisi emas di Olimpiade Beijing 2008. Hendra bertempur dengan raket yang sama dengan yang ia gunakan pada saat menjadi juara dunia. Jejak Ricky Subagdja/Rexy Mainaky (Olimpiade Atlanta 1996) dan Chandra Wijaya/ Tony Gunawan (Olimpiade Sidney 2000) berhasil diikutinya di ajang Olimpiade Beijing 2008. Di partai final, Kido/Hendra berhasil menundukkan pasangan kuat asal China Cai Yun/Fu Haifeng dengan pertarungan sengit tiga set 12-21, 21-11, dan 21-16.

Kido dan Hendra memiliki karakter yang jauh berbeda. Kido lebih sering tampil dengan penuh semangat dan meledak-ledak di lapangan sedangkan Hendra yang merupakan pria kelahiran Jawa Tengah, 24 Agustus 1984 bermain lebih santai dan jarang sekali mengumbar emosi. Dalam permainan, Hendra lebih sering berlaku sebagai pemain depan sedangkan Kido dipercaya menjadi pemain belakang. Sama-sama memiliki karakter menyerang menjadikan mereka pasangan yang solid.

Gelar juara dunia dan olimpiade telah diraih, namun mereka tidak akan berhenti berjuang mengharumkan nama bangsa sampai di sini saja. Mereka masih mempunyai impian untuk menjadi juara All England dan Asian Games. Mereka pun masih memasang target untuk mempertahankan medali emas di Olimpiade London 2012. Kini, jejak Kido telah diikuti oleh adik-adiknya Bona Septano (ganda putra) dan Pia Zebadiah (tunggal putri) yang belum lama bergabung dengan pelatnas PBSI.

Ukiran prestasi yang mengharumkan dari pebulutangkis Markis Kido dan Hendra Setiawan bukanlah diperoleh dengan mudah. Berlatih keras dan terus berjuang untuk menjadi yang terbaik telah menobatkan mereka sebagai pemain ganda putra nomor satu dunia saat ini. Gelar juara dunia dan emas olimpiade telah diraihnya, namun prestasi tersebut tidak membuat mereka berpuas diri. Hal tersebut justru makin memacu mereka untuk terus mengukir prestasi memberikan yang terbaik bagi bulutangkis Indonesia. Memang, sebuah perjuangan tak mengenal batas jika diyakini tekad kuat dan kerja keras. Sungguh, sebuah gambaran pejuang sejati yang bisa diteladani. 

Taufik Hidayat

Taufik Hidayat


Taufik Hidayat
Taufik Hidayat 2.jpg
Informasi pribadi
Tanggal lahir 10 Agustus 1981 (umur 30)
Tempat lahir Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Pasangan Ami Gumelar
Anak Natarina Alika Hidayat
Nayutama Prawira Hidayat
Tinggi 1.76 m (5 ft 9 in)
Berat 64 kg
Asal negara  Indonesia , Indonesia
Rekor bertanding
Pegangan tangan Kanan

Ranking dunia tertinggi 1 (1998)
Ranking dunia saat ini 12 (23 Januari 2012)
Profil di PB - PBSI
Catatan medali
Bulu tangkis Pria
Emas Olimpiade Athena 2004 Tunggal Pria
Taufik Hidayat (lahir di Bandung, Jawa Barat, 10 Agustus 1981; umur 30 tahun) adalah pemain bulu tangkis tunggal putra dari Indonesia yang berasal dari klub SGS Elektrik Bandung dengan tinggi badan 176 cm.
Putra pasangan Aris Haris dan Enok Dartilah ini adalah peraih medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade Athena 2004 dengan mengalahkan Seung Mo Shon dari Korea Selatan di babak final. Pada 21 Agustus 2005, dia menjadi juara dunia dengan mengalahkan permain peringkat 1 dunia, Lin Dan di babak final, sehingga menjadi pemain tunggal putra pertama yang memegang gelar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis dan Olimpiade pada saat yang sama. Selain itu, ia juga sedang memegang gelar juara tunggal putra Asian Games (2002, 2006). Ia tampil di Olimpiade Beijing 2008, namun langsung kalah di pertandingan pertamanya, melawan Wong Choong Hann di babak kedua.
Selain itu, dia juga telah enam kali menjuarai Indonesia Terbuka: 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, dan 2006.
Pengalaman lainnya antara lain pada Piala Thomas (2000, 2002, 2004, 2006, dan 2008) serta Piala Sudirman (1999, 2001, 2003, dan 2005).
Ia menikahi Ami Gumelar, putri Agum Gumelar dan Linda Amalia Sari. Mereka telah dikaruniai seorang putri pada tanggal 3 Agustus 2007, yang kemudian diberi nama Natarina Alika Hidayat. Kelahiran putrinya ini tepat beberapa hari sebelum ia berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk mengikuti Kejuaraan Dunia. Kemudian mereka telah dikaruniai seorang putra pada tanggal 11 Juni 2010, yang kemudian diberi nama Nayutama Prawira Hidayat.[1][2]
Taufik kemudian mundur dari Pelatnas Cipayung pada 30 Januari 2009. Setelah itu ia menjadi pemain profesional. Beberapa waktu lalu ia juga menjalin bisnis dengan Yonex dalam pengadaan alat olahraga.

Prestasi

  • 1998: Juara Brunei Open
  • 1999: Juara Indonesia Open, Juara SEA Games
  • 2000: Juara Indonesia Open, Juara Malaysia Open, Juara Kejuaraan Asia
  • 2001: Juara Singapore Open
  • 2002: Juara Indonesia Open, Juara Taiwan Open, Juara Asian Games
  • 2003: Juara Indonesia Open
  • 2004: Juara Indonesia Open, Juara Kejuaraan Asia, Juara Olimpiade
  • 2005: Juara Singapore Open, Juara Kejuaraan Dunia
  • 2006: Juara Indonesia Open, Juara Asian Games
  • 2007: Juara Kejuaraan Asia, Juara SEA Games
  • 2008: Juara Macau Open
  • 2009: Juara US Open, Juara India Open
  • 2010: Juara Canada Open, Juara Indonesia GP Gold, Juara French Open SS
  • 2011: Semifinalis VICTOR- BWF Superseries Finals, Runner Up PROTON MALAYSIA OPEN SUPER SERIES, Semifinalis Victor Korea Open Super Series Premier, Semifinalis Yonex – Sunrise India Open Superseries, Perempat final Indonesia Open Superseries Premier 2011, perempat final 2011 Yonex OCBC US Open Grand Prix Gold, Runner - up 2011 Yonex Canada Open, Semi final Bankaltim Indonesia Open GP Gold 2011, Juara India Open Grand Prix Gold 2011
  • 2012: Semifinal MAYBANK Malaysia Open Presented by PROTON, Perempat final YONEX All England Open Badminton Championships 2012, Semi final Swiss Open 2012, Perempat final 2012 Yonex Australian Open GP Gold, Perempat final Yonex Sunrise India Open 2012

TV ONLINE